1.Manchester United (1999)
MU sukses kalahkan Bayern Munchen 2-1 di final Liga Champions 1999 (ERIC CABANIS / AFP)
Kemenangan Liga Champion Manchester United pertama di bawah Sir Alex Ferguson terjadi pada 1999. Kala itu mereka tidak diragukan lagi merupakan salah satu kisah sukses terbesar dalam sepak bola
Kemenangan Liga Champion Manchester United pertama di bawah Sir Alex Ferguson terjadi pada 1999. Kala itu mereka tidak diragukan lagi merupakan salah satu kisah sukses terbesar dalam sepak bola
mau pasang TARUHAN TOGEL ONLINE daftar saja di TogelnusaThe Red Devils masuk ke dalam grup maut bersama Bayern Muenchen dan Barcelona. Meski gagal mengalahkan salah satu tim di atas, United sukses hancurkan di tim Denmark, Brondby, untuk melaju ke babak berikut.
MU kemudian berturut-turut dua tim Italia pada fase gugur. Undian ini menantang bagi MU yang sebelumnya tidak pernah menang di sana.
2.Chelsea (2012)
Chelsea mencatat kemenangan spektakuler pada 2012. Pasalnya, ketika itu duo Spanyol Real Madrid dan Barcelona tengah mendominasi.
Togelnusa merupakan penyedia game togel online terpercya yang menghadirkan permainan togel online singapore,jakarta,jowo laos,polos dan masih banyakm lagi
semoga prediksi ini bermanfaat sahabat togel mania na
Pada musim itu, Chelsea jauh dari performa terbaik. Mereka keteteran di Liga Inggris sehingga manajemen menggeser Andre Villas-Boas dari kursi pelatih. Chelsea juga nyaris tersingkir setelah takluk 1-3 dari Napoli pada leg pertama 16 besar.
Namun, hasil itu jadi titik balik kebangkitan. Chelsea membalikkan keadaan untuk melaju ke perempat final.
Usai menyingkirkan Benfica di 8 besar, The Blues membalas dendam atas Barcelona lewat agregat 3-2.
Jose Mourinho membangun reputasi sebagai pelatih berbakat dengan membawa FC Porto menjuarai Liga Champions 2004. Mereka lolos dari grup yang berisi Real Madrid, FK Partizan, dan Olympique Marseille.
Pada 16 besar, Mourinho mengarsiteki kemenangan agregat 3-1 atas Manchester United. Setelahnya, Porto mengalahkan Olympique Lyon 4-2 untuk menembus semifinal.
Di babak 4 besar, klub Portugal itu menyisihkan Deportivo La Coruna berkat keunggulan 1-0. Hasil itu membawa mereka ke final bertemu AS Monaco.
Dipimpin Deco, Porto memusnahkan tim Ligue 1 itu dengan mencetak tiga gol tanpa balas.
4 dari 6 halaman
4.Liverpool (2005)
Liverpool sempat kalah kalah dari Grazer AK di Anfield pada babak kualifikasi ketiga sebelum lolos ke babak grup. Di putaran tersebut, tim asuhan Rafa Benitez perkasa dan tak terbendung.
Pada 16 besar, Liverpool menyingkirkan Bayer Leverkusen. Ujian baru datang ketika undian memasangkan mereka dengan Juventus.
Pasukan Benitez tampil istimewa. Mereka menang 2-1 di Anfield sebelum tampil defensif dengan bermain 0-0 di Turin untuk merebut tiket semifinal.
Pada fase berikutnya, Liverpool membutuhkan gol hantu Luis Garcia demi menyisihkan Chelsea. Kemenangan tersebut mempertemukan mereka dengan AC Milan di final.
I Rossoneri, yang juara dua tahun sebelumnya, memiliki tim bertabur bintang seperti Cafu, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Kaka, Hernan Crespo, hingga Andriy Shevchenko.
Sesuai prediksi, tim Italia itu memetik keunggulan tiga gol pada babak pertama. Namun, berkat dukungan suporter, Liverpool menciptakan keajaiban di Istanbul dengan menyamakan kedudukan. Laga pun berlanjut ke adu penalti.
Togelnusa.com adalah AGEN TOGEL ONLINE terpercaya yang memberikan Cashback terbesar di indonesia5.Borussia Dortmund (1997)Pencapaian Borussia Dortmund ke final Liga Champions pada 1997 cukup tak terduga. Dipimpin manajer legendaris Jerman, Ottmar Hitzfeld, tim yang diperkuat pemain seperti Matthias Sammer, Andreas Moller dan Karl-Heinz Riedle sukses menaklukkan Eropa.
Dortmund menempati posisi dua grup di belakang Atletico Madrid dengan selisih gol. Mereka melawan tim Prancis Auxerre yang akhirnya menang 4-1 dengan dua leg. Kemudian, Die Schwarzgelben mengatasi Manchester United tanpa meyakinkan.
Di final, mereka berkesempatan melawan juara bertahan, Juventus, yang diisi pemain hebat seperti Zinedine Zidane, Christian Vieri, dan Didier Deschamps. Kala itu final digelar di markas Bayern Muenchen, Allianz Arena.
Namun, dalam hitungan 90 menit, Dortmund secara istimewa mendominasi Si Nyonya Tua. Karl Heinz-Riedl tampil ajaib dengan mengemas brace pada babak pertama. Alessandro Del Piero sempat memperkecil kedudukan sebelum Lars Ricken mempertegas keunggulan Dortmund.
- Taruhan Togel
- Agen Togel
- Judi Togel
- Daftar togel
- link alternatif Togel
- promo judi onlin
- togel hk
- prediksi toto sgp
- result togel
- Agen togel




Tidak ada komentar:
Posting Komentar